Bekali Warga Binaan dengan Keterampilan, Rutan Samarinda Gelar Pelatihan Menjahit Bersama IPPRISIA
Samarinda – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Samarinda terus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui pelatihan keterampilan menjahit. Kegiatan yang digelar bekerja sama dengan Ikatan Penata Persona Indonesia (IPPRISIA) Provinsi Kalimantan Timur tersebut berlangsung pada Senin (27/7/2026).
Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya Rutan Samarinda dalam memberikan bekal keterampilan yang dapat menunjang kemandirian warga binaan, sekaligus mempersiapkan mereka agar memiliki kemampuan produktif setelah menyelesaikan masa pidana.
Kegiatan diawali dengan sambutan Wakil Ketua IPPRISIA Provinsi Kalimantan Timur, Fitri Eka Dinanti. Ia mengapresiasi komitmen Rutan Samarinda dalam menghadirkan program pembinaan yang memberikan manfaat nyata bagi warga binaan.
Menurutnya, keterampilan menjahit dapat menjadi bekal yang bernilai ketika warga binaan kembali ke tengah masyarakat. Selain meningkatkan kemampuan teknis, pelatihan juga diharapkan mampu membuka peluang bagi peserta untuk mengembangkan usaha maupun meningkatkan daya saing dalam dunia kerja.
Pelatihan kemudian dibuka secara resmi oleh Kepala Rutan Kelas I Samarinda, Rachmad Tri Raharjo. Dalam sambutannya, Karutan menegaskan bahwa pembinaan kemandirian merupakan bagian penting dalam proses pemasyarakatan.
“Melalui berbagai pelatihan, warga binaan diharapkan tidak hanya memperoleh keterampilan, tetapi juga mampu mengembangkan potensi diri dan membangun kepercayaan diri sebagai bekal untuk hidup mandiri setelah kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, program kelas menjahit tidak hanya berfokus pada penguasaan keterampilan teknis di bidang tata busana. Para peserta juga dilatih untuk membangun kedisiplinan, ketekunan, kreativitas, dan tanggung jawab dalam menyelesaikan setiap proses pelatihan.
Keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi modal produktif bagi warga binaan untuk menciptakan peluang usaha maupun memperoleh pekerjaan setelah bebas nantinya. Dengan demikian, pembinaan kemandirian tidak berhenti pada proses pelatihan, tetapi diarahkan untuk memberikan dampak jangka panjang bagi kehidupan warga binaan.
Melalui sinergi bersama IPPRISIA Provinsi Kalimantan Timur, Rutan Kelas I Samarinda berkomitmen untuk terus menghadirkan program pembinaan yang berorientasi pada peningkatan keterampilan dan kemandirian. Upaya ini menjadi bagian dari langkah mewujudkan proses pemasyarakatan yang memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk berkembang dan mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat.